Showing posts with label Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Friday, November 18, 2011

Cara Merawat Bayi Dengan Baik

Merawat bayi merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah, karena anda harus memberikan yang terbaik agar bayi anda tumbuh sehat. Beberapa tips cara merawat bayi dengan baik dapat anda simak di blog anekaresepmasakanindonesia ini.

Bersihkan selalu noda yang berada di kepala bayi dan kulit dengan menggunakan minyak atau babyoil. Rangsang mata bayi ibu dengan cara menggerak-gerakkan mainan. Bersihkan dengan rutin kemaluan bayi dari kotoran yang menempel dengan kapas basah.

Untuk menggendong bayi maka berdirilah menghadap ke arahnya, susupkan satu tangan ke bawah kepala dan lehernya, dan tangan lain ke pantat. Angkat perlahan dan lembut kearah dada, putar kepalanya kearah lekukan siku, lalu sangga tubuhnya dengan lengan Ibu. Saat meletakkannya, pegang kepala dan pantatnya. Tarik terlebih dahulu tangan dari pantat, kemudian tarik tangan yg dibawah kepala.

Ada baiknya Ibu membeli baju yang berkancing atau bertali dibagian depan atau samping. Gantilah sesegera mungkin popok bayi ketika basah atau kotor. Bayi baru lahir perlu mengganti popok 10 hingga 12 kali sehari. Rata-rata bayi baru lahir akan bangun selama 6-8 jam setiap 24 jam, dan biasanya tidur di siang hari 3-5 jam.

Untuk memandikan bayi maka isi air hangat ke bak mandi, buka baju dan bungkus dengan handuk di pangkuan Ibu, usap matanya dengan kapas yang telah dibasahi dgn air matang dingin. Bersihkan daerah sekitar wajah dan mulut, keramasi rambutnya, pegang kepalanya di atas bak mandi. Keringkan setelah itu bayi siap untuk memakai baju dan popok barunya.
Baca Selengkapnya Di Sini....

Sunday, November 6, 2011

Menunggu Bayi Ibu Menendang | Tendangan Bayi

Banyak yang mengira kalau tendangan bayi dalam kandungan akan tampak seperti tonjolan pada perut. Ternyata tidak juga. Terkadang kalau diraba memang terasa seperti ada tonjolan. Tapi karena di usia 16 minggu bayi Ibu masih terlalu kecil dan ruang geraknya masih luas, gerakannya kadang tidak teraba. Mungkin karena gerakannya tidak selalu membentur dinding perut.

Saking halusnya gerakan, seringkali saya atau Ibu sendiri pasti tidak sadar bahwa bayi bergerak.

Menanti gerakan pertama
Merasakan gerakan bayi pertama kali, rasanya sangat menakjubkan! Bagaimana tidak, itu bukti nyata kalau bayi dalam tubuh Ibu tumbuh sehat. Tapi, tiap kehamilan bisa berbeda. Walau pun umumnya bayi mulai bisa bergerak pada usia 16-20 minggu, mungkin saja bu tidak dapat memastikan kapan Ibu bisa merasakan gerakan bayi dalam kandungan.

Si kecil makin lincah bergerak
  • Kehamilan 24-28 Minggu: Di minggu ini, ruang gerak bayi masih luas. Ia bisa bergerak sesuka hati. Jangan salah, suara keras dari luar bisa membuat Ia ‘melompat’. Menjelang usia 28 minggu, Ibu sudah bisa tahu mana gerakan kaki, lutut atau badannya. Bahkan Ibu bisa merasakan ia sedang cegukan.,/p>
  • Kehamilan 29 minggu : pada usia ini ruang di dalam rahim Ibu menjadi lebih sempit karena ukuran bayi bertambah. Gerakan bayi Ibu juga makin terbatas. Tapi, sekali bergerak akan terasa kuat.
  • Kehamilan 32 minggu: Makin tumbuh besar, bayi Ibu makin aktif walau ruang geraknya makin sempit. Memang, gerakannya yang kuat membuat Ibu sedikit tidak nyaman, apalagi kalau tendangannya mengenai rusuk Ibu.
  • Kehamilan 36-40 minggu: Ibu pasti bertanya kenapa si bayi jarang menendang. Di akhir masa kehamilan gerakan bayi memang mulai berkurang. Tidak perlu cemas. Yang penting Ibu masih merasakan bayi bergerak. Sepuluh gerakan dalam waktu 24 jam masih normal.
Berapa banyak gerakannya?
Sebenarnya, bayi Ibu bergerak setiap saat. Namun, hanya beberapa gerakan yang cukup kuat yang bisa Ibu rasakan. Biasanya Ibu bisa merasakan gerakan kira-kira 10 kali dalam 12 jam. Kalau bayi Ibu bergerak berlebihan, atau gerakannya membuat Ibu kesakitan, Ibu perlu tanyakan ke dokter. Begitu juga sebaliknya bila gerakannya kurang.

Source: http://www.clubnutricia.co.id/pregnancy/common_health_worries/article/baby_kicks
Baca Selengkapnya Di Sini....

Wednesday, November 2, 2011

Tips Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi

Hidung tersumbat adalah masalah klasik yang dialami oleh seorang bayi pada bulan bulan pertama kehidupannya. Kondisi ini membuat bayi susah untuk menghisap ASI dari puting susu ibunya sehingga bayi menjadi rewel, apalagi tersumbatnya hidung kerap terjadi pada malam hari.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah hidung tersumbat pada bayi.
  • Terlentangkan bayi pada tempat tidur lalu teteskan 2 – 3 tetes larutan saline ke lubang hidung kanan dan kiri secara bergantian. Setelah ditetesi larutan saline, segera tengkurapkan bayi atau pada posisi yang nyaman. Larutan saline bisa dibeli di apotek terdekat.
  • Bila produksi lendir berlebihan, hisaplah menggunakan alat penghisap lendir khusus untuk bayi. Alat ini bisa diperoleh di apotek/toko alat alat kesehatan. Baca cara pemakaiannya dengan cermat.
  • Tinggikan bagian kepala tempat tidur bayi.
  • Susui atau berikan minuman yang cukup untuk bayi.
  • Sebelum tidur, bayi boleh dimandikan dengan air hangat atau jalankan shower air panas lalu ajak bayi menghirup uap air yang muncul dari shower. Jangan mandikan bayi dengan shower air panas.
  • Jangan memberikan obat batuk dan flu atau semprot hidung untuk bayi yang berusia di bawah 2 tahun.
  • Bila keluhan berlanjut, segera ke dokter.
Source: http://www.blogdokter.net/2011/04/30/tips-mengatasi-hidung-tersumbat-pada-bayi/
Baca Selengkapnya Di Sini....

Tuesday, November 1, 2011

Pemberian Keju untuk Bayi: Boleh Tidak?

Banyak yang bertanya seputar boleh-tidaknya memberikan keju kepada bayi. Nah berikut ini kami akan ulas sedikit mengenai pro dan kontra keju untuk bayi dan solusinya untuk Anda…

Apa Kelebihan Keju?

Karena keju merupakan susu yang dipadatkan, maka kandungan gizinya sebenarnya mirip dengan susu. Ia mengandung protein, vitamin, mineral, serta lemak.

Kelebihan keju dibandingkan dengan susu terletak pada jumlah kalori yang dikandungnya. Setiap 100 gram keju bisa mengandung 326 kalori, atau sekitar 5 kali lipat yang dimiliki oleh susu.

Nah, untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, kalori dan protein yang terkandung dalam keju sangat baik untuk kecerdasan dan tumbuh kembangnya. Keju pun dinilai oleh para ahli gizi sangat baik untuk pertumbuhan gigi dan tulang anak.

Apa Kekurangan Keju?

Kekurangan keju terletak pada tingginya kadar garam dan lemak yang terkandung di dalamnya.

Jika anak terlalu banyak mengkonsumsi garam, dikhawatirkan ia akan menderita hipertensi di usia dewasanya. Garam yang terlalu banyak pun akan sangat sulit untuk diproses oleh ginjal si anak, sehingga nantinya bisa menimbulkan gangguan metabolisme.

Kandungan lemak yang tinggi pun bisa menyebabkan obesitas pada anak.

Lalu, Bolehkah Memberikan Keju kepada Bayi Anda?

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
  • Anda boleh memberikan keju setelah bayi Anda berusia 6 bulan
  • Pilihkan keju yang lunak dan sudah diproses (cheddar)
  • Untuk anak berusia > 1 tahun, batasi pemberian keju, maksimal 3 lembar setiap hari
  • Keju parmesan dan mozarella juga bisa dikonsumsi oleh anak
  • Jangan menjadikan keju sebagai pengganti susu, karena keju merupakan makanan padat yang sedikit kandungan airnya
Source: http://www.tipsbayi.com/pemberian-keju-untuk-bayi-boleh-tidak.html
Baca Selengkapnya Di Sini....

Kapan Bayi Anda Memerlukan Bantuan Medis?

Jika Anda baru dikaruniai anak pertama, maka tentu sangatlah sulit untuk membedakan antara gangguan kesehatan umum dan gangguan kesehatan serius yang dialami bayi Anda. Apalagi si kecil belum bisa berbicara dan mengutarakan perasaannya!

Nah, kali ini kami ingin menjelaskan mengenai beberapa indikasi yang menandai seriusnya kondisi kesehatan bayi Anda. Diantaranya:
  • Tidak mau minum atau makan samasekali
  • Kulitnya terlihat menguning
  • Demam dengan panas tinggi (>38,5 C)
  • Muntah yang menyemprot kuat dan sering
  • Sangat rewel, terus menerus dan sulit ditenangkan
  • Diare dengan frekuensi tinggi
  • Bibir dan lidah membiru keunguan
  • Keringat berlebihan ketika minum atau menangis
  • Sesak napas
  • Fesesnya berwarna putih atau pucat
  • Tersedak hingga tidak bisa bernapas, bahkan wajahnya menjadi merah, lalu biru
Bila Anda menjumpai salah satu kasus di atas, maka sebaiknya Anda menghubungi dokter.

Source: http://www.tipsbayi.com/kapan-bayi-anda-memerlukan-bantuan-medis.html
Baca Selengkapnya Di Sini....

Vitamin dan Mineral untuk Bayi

Kebutuhan vitamin untuk bayi seringkali menjadi topik yang membingungkan. Kalau Anda bertanya apakah bayi Anda memerlukan vitamin atau tidak, tentu saja jawabannya adalah ya. Bayi Anda memerlukan vitamin untuk dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Dia memerlukannya agar bisa mempunyai tulang yang kuat, gigi yang sehat dan juga untuk “membangun” darahnya sehingga terhindar dari Anemia.

Nah, hampir seluruh bayi memperoleh seluruh vitamin dan mineral yang diperlukan (seperti vitamin A, kalsium, zat besi, dll) melalui asupan makanan yang mereka konsumsi. Jadi, walaupun bayi Anda memang benar memerlukan vitamin dan mineral, namun mereka sebenarnya tidak memerlukan suplemen setiap hari, kecuali jika ia terlahir prematur atau memiliki masalah kesehatan tertentu.

Sekilas tentang Vitamin dan Mineral

Banyak orang tua yang menganggap bahwa vitamin akan terpenuhi secara lengkap hanya dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Pendapat ini tidak tepat. Sebenarnya, sayuran dan buah-buahan hanya mengandung sebagian jenis vitamin, seperti vitamin C, E, K dan sebagian jenis vitamin B.

Untuk vitamin A, B6, B12 dan D, biasanya dapat diperoleh melalui sumber hewani seperti hati, susu, serta berbagai produk olahannya.

Sedangkan mineral yang diperlukan oleh tubuh bisa diperoleh dari bahan makanan seperti garam, ikan, udang, cumi, serta susu dan produk olahannya.

Bayi yang Baru Lahir

Untuk bayi yang baru lahir, seluruh kebutuhan vitamin dan mineralnya akan terpenuhi melalui ASI. jadi, jika Anda ingin bayi Anda memperoleh cukup asupan vitamin dan mineral, Anda cukup meningkatkan kualitas ASI Anda, dengan cara makan dengan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa saja mengkonsumsi vitamin tambahan.

Bagaimana Menentukan Apakah Bayi Anda Memerlukan Suplemen atau Tidak?

Sebenarnya semuanya tergantung kondisi bayi yang bersangkutan – apakah ia menerima ASI atau susu formula sejak lahir, apakah ia lahir dalam kondisi normal atau prematur, apakah ia memiliki kelainan kesehatan, dan sebagainya.

Jika bayi Anda lahir prematur atau memiliki masalah kesehatan tertentu, silahkan konsultasikan dengan dokter anak Anda apakah ia memerlukan suplemen tertentu atau tidak. Nanti, ketika ia semakin besar dan mulai mengkonsumsi lebih banyak jenis makanan, dokter biasanya akan mengevaluasi lebih lanjut apakah ia masih memerlukan suplemen.

Untuk bayi yang sehat dan dalam masa pemberian ASI Eksklusif, masih banyak perdebatan mengenai perlu atau tidaknya memberikan suplemen. Sebagian besar mengatakan sama sekali tidak perlu. Sebagian ahli kesehatan mengatakan, seandainya pun perlu, paling-paling Anda hanya cukup memberikan suplemen vitamin D – 400 IU setiap harinya, dengan alasan si bayi tidak memperoleh asupan vitamin D yang cukup melalui ASI.

Menurut mereka yang berpendapat perlunya tambahan vitamin D untuk bayi yang sedang dalam program ASI Eksklusif, hal ini berbeda dengan bayi yang sejak awal mengkonsumsi susu formula. Ia tidak lagi memerlukan tambahan vitamin D, karena biasanya unsur ini sudah terkandung dalam susu formula.

Kesimpulan

Pada dasarnya, hingga usia 6 bulan, bayi yang menerima ASI Eksklusif tidak memerlukan suplemen. Yang perlu diperhatikan justru pola makan sang ibu. Pastikan ibu yang menyusui mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup vitamin B12 (untuk mencegah Anemia pada anak), zat besi (juga berkaitan dengan Anemia), seng, serta kalsium. Seandainya pun diperlukan, maka sang ibu bisa saja mengkonsumsi suplemen multivitamin-mineral. Tentu saja dengan arahan dokter.

Setelah usia 6 bulan, jika bayi Anda tidak mengalami kesulitan memakan berbagai jenis makanan dengan jumlah yang cukup untuk usianya, maka suplemen vitamin tidak diperlukan. Suplemen baru menjadi alternatif ketika si kecil benar-benar susah makan atau memiliki masalah kesehatan yang kronis. Silahkan konsultasikan dengan dokter anak Anda.

Hati-hati, jangan mengkonsumsi suplemen multivitamin-mineral tanpa arahan dokter, karena bisa jadi bayi Anda menerima kelebihan vitamin A dan seng (zinc)

Source: http://www.tipsbayi.com/vitamin-dan-mineral-untuk-bayi.html
Baca Selengkapnya Di Sini....