Friday, October 28, 2011

7 Kiat Pilih Dokter

Pernah punya pengalaman, melangkah keluar dari ruang konsultasi dokter dengan perasaan tak puas, namun tak bisa berbuat apa-apa? Berikut 7 kiat memilih dokter agar kunjungan dan dana tak sia-sia.

1.Memilih dokter sesuai keluhan.
Sebelum memilih dokter, kenali dulu masalahnya. Jika mengalami tanda-tanda diabetes, mendatangi ke ahli endokrin. Jika menderita asma, mengunjungi dokter ahli paru atau pulmonologist. Jika penglihatan terganggu, berkonsultasi dengan dokter mata atau ophthalmologist. Jika sulit menelan, dapat mengunjungi dokter THT.

Namun ada saatnya gejala yang dialami rancu dan tidak jelas. Sakit kepala, misalnya, bisa disebabkan beragam kondisi mulai dari mata tegang hingga masalah sinus. Jika situasi ini yang dialami, sebaiknya mengunjungi dokter umum yang kemudian dapat merujuk ke spesialis bila perlu.

2.Jangan takut bertanya.
Saat berkonsultasi dengan dokter jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan apapun yang mengganjal di benak. Kalau sang dokter terlihat kurang komunikatif atau terkesan enggan menjawab pertanyaan, dapat dipertimbangkan untuk mencari alternatif dokter lain.

3.Masalah Asuransi.
Bila menjadi peserta asuransi kesehatan, dapat dipastikan untuk memilih dokter yang berpraktek dirumah sakit rujukan perusahaan asuransi tersebut. Bila harus dirawat di rumah sakit, dokter bisa terus merawat dan mengawasi perkembangan.

4. Pastikan merasa nyaman.
Memilih dokter yang sejak awal membuat merasa nyaman, membuat percaya diri untuk menyampaikan segala keluhan dan dapat menenangkan kekhawatiran dengan alasan yang logis. Hubungan antara dokter pasien sangat penting dan harus didasarkan pada kejujuran serta rasa saling percaya. Semakin merasa yakin pada dokter, kemungkinan akan semakin patuh pada program perawatan yang dokter tetapkan.

5.Pertimbangan Kemudahan akses
Dalam menentukan pilihan, dapat dipertimbangkan tentang lokasi dan jadwal praktek dokter. Kapankah waktu yang paling memungkinkan pergi ke dokter? Sepulang kantor atau di akhir pekan? Jika harus dirawat apakah lebih memilih rumah sakit di dekat kantor atau di dekat rumah? Semua ini bisa dijadikan bahan pertimbangan.

6.Pertimbangan anggaran.
Tarif jasa konsultasi dokter di berbagai rumah sakit cukup bervariasi. Memastikannya dengan mencaritahu terlebih dahulu via telepon sebelum mendaftarkan diri. Jika tarifnya jauh melampaui anggaran, sebaiknya mencari yang lebih sesuai kantong. Sebelum menjalani pemeriksaan laboratorium dan tindakan apapun, jangan lupa pula menanyakan biayanya pada petugas administrasi rumah sakit.

7.Mencari rekomendasi
Kalau masih tak yakin, dapat mencoba menanyakan pada kerabat, teman atau kolega untuk mendapatkan rekomendasi mengenai dokter yang dipercayai. Namun jangan sepenuhnya mengendalikan rekomendasi individu seperti ini – tolok ukur orang lain bisa berbeda.

sumber: info-sehat.com
Baca Selengkapnya Di Sini....

Ternyata Stres Punya Dampak Positif

Setiap orang pasti pernah mengalami stres. Bagi mereka yang terlalu sering mengalami stres tentunya bisa berdampak negatif pada tubuh. Seperti munculnya penyakit, meningkatnya berat badan dan depresi.

Selama ini Anda mungkin hanya tahu dampak negatif dari stres. Padahal stres juga menimbulkan dampak positif. Berikut lima dampak positif dari stres.

1. Mendorong orang berpikir kreatif
Banyak penulis atau artis mengungkap proses kreatif justru muncul sebagai akibat dari frustrasi dan stres. Menurut Larina Kase, Ph.D., seorang psikolog dan penulis buku “The Confident Leader: How the Most Successful People Go from Effective to Exceptional”, hal itu bisa terjadi karena sebuah alasan.

“Stres sering mendahului atau menyertai suatu terobosan kreatif. Jika pikiran kita benar-benar tenang dan santai, justru tidak perlu alasan untuk melihat hal-hal berbeda. Stres akan meningkat terutama ketika menghadapi hal baru yang terjadi karena perubahan. Hasil akhir dari proses kreatif yang disertai stres akan sedikit mengintimidasi, karena reaksi orang lain,” kata Kase, seperti VIVAnews kutip dari Shine.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh dapat mengambil keuntungan dari stres. “Stres jangka pendek dapat membantu sistem kekebalan tubuh,” ujar Mark Goulston, MD, seorang psikiater klinis dan penulis buku “Get Out of Your Own Way:Overcoming Self-Defeating Behavior”.

Goulston menjelaskan, ketika hormon kortisol atau hormon stres dilepaskan, akan meningkatkan kekebalan tubuh. Itu adalah proses keseimbangan. Meskipun stres jangka pendek dapat menjaga tubuh dari penyakit, ia memperingatkan bahwa terlalu banyak stres dapat menyebabkan kelebihan kortisol. Hal ini bisa memicu obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskuler.

3. Membuat Tubuh lebih fit
Olahraga seperti, angkat berat, berjalan atau lari selama 45 menit, bisa membuat tubuh berkeringat. Selain itu, stres juga bisa menjadi olahraga yang baik. Hal itu menurut Jessica Matthews, MS, koordinator pendidikan berkelanjutan untuk American Council on Exercise (ACE)

“Stres merupakan latihan ringan yang bisa membuat tubuh lebih sehat. Dari perspektif fisiologis, stres ditempatkan sebagai tuntutan, dan bisa membantu latihan menjadi lebih efisien,” kata Matthews.

4. Membantu memecahkan masalah
Stres sering dipicu karena munculnya dari dilema dalam diri Anda, atau ketika “dipaksa” membuat keputusan besar? Rasa kekhawatiran ini sebenarnya bermanfaat. “Stres menunjukkan nilai-nilai yang kita miliki. Ja kita tidak peduli tentang sesuatu, kita tidak akan khawatir tentang hal itu,” kata Goulstin.

Jadi, dengarkan stres bisa jadi penanda untuk memberitahu Anda agar mendengarkan intuisi. Memang sulit mendengar intuisi, ketika Anda berada dalam rasa khawatir dan stres. Sehingga Anda akan “memaksa” diri untuk istirahat, berjalan-jalan, tidur nyenyak atau pergi keluar untuk makan.

5. Pemulihan
Penelitian menunjukkan hubungan antara stres jangka pendek sebelum bedah atau prosedur medis, membuat pemulihan lebih sukses. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa stres dapat menekan produksi estrogen, pemicu utama perkembangan kanker payudara.

“Respons stres dapat memperingatkan kita adanya tantangan, bahaya, atau bahkan kesempatan. Stres juga memicu pelepasan adrenalin, dan gelombang adrenalin dapat membantu Anda lebih fokus dan berpikir jernih,” ujar Dr. Goulston menjelaskan.

sumber: Petti Lubis, Mutia Nugraheni, VIVAnews
Baca Selengkapnya Di Sini....

Rokok Picu Menopause Dini

Wanita perokok berisiko mengalami menopause dini, setidaknya setahun lebih cepat dibandingkan wanita bukan perokok. Wanita perokok umumnya menopause di rentang usia 43-50 tahun. Sedangkan wanita bukan perokok cenderung menopause di rentang usia 46-51 tahun.

Kesimpulan didapat dari analisis sejumlah studi terdahulu yang melibatkan puluhan ribu wanita termasuk hasil survei terhadap 6.000 wanita di Amerika Serikat, Polandia, dan Turki.

Hasil studi yang dipublikasikan di Jurnal Menopause itu tak berhenti pada ancaman menopause dini. Sebab, menopause dini berkaitan dengan risiko tinggi mengembangkan gangguan kesehatan seperti osteoporosis dan masalah jantung.

Jennie Kline dari Mailman School of Public Health Universitas Kolombia, New York, mengatakan bahwa merokok kemungkinan besar memengaruhi tubuh wanita dalam mengontrol produksi estrogen. Rokok juga mengandung racun yang dapat merusak sel telur di dalam ovarium. “Ini mungkin yang memengaruhi menopause,” ujarnya.

Prediksi Menopause
Tim peneliti dari St Andrews, Glasgow, dan Edinburgh mengembangkan sebuah tes hormon yang dapat membantu wanita memprediksi waktu menopause. Tes dilakukan dengan melihat perubahan kimia seiring usia reproduksi perempuan. Perubahan kimia ini akan menjadi indikator untuk memperlihatkan jumlah telur yang tersisa di dalam ovarium.

Dengan tes tersebut, perempuan dapat membandingkan tingkat hormonnya dengan tingkat hormon rata-rata perempuan seusianya. Tak hanya bisa memprediksi waktu menopause, tes ini dapat mendeteksi kecenderungan menopause dini. Dengan demikian, perempuan lebih mudah untuk menghitung waktu terbaik memiliki anak.

sumber: VIVAnews
Baca Selengkapnya Di Sini....

5 Tips Memilih “Seafood” Beku yang Aman

Ketika ingin membeli seafood di supermarket, Anda pasti menemukannya dalam keadaan yang segar ataupun beku. Ketika Anda tidak berencana untuk langsung memasak makanan laut itu, maka membeli seafood dalam keadaan beku bisa menjadi pilihan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membeli seafood dalam keadaan beku, selain tanggal kedaluwarsanya.

1. Ketika membeli seafood dalam keadaan beku, perhatikan bahan makanan tersebut dalam keadaan kedap udara, tetapi dengan kelembaban yang terjaga. Jangan membeli seafood beku dengan kemasan yang sudah robek.

2. Pilih kemasan seafood yang berada di bagian tengah. Jika memilih bagian yang paling bawah, kemungkinan seafood hancur lebih besar. Jika memilih kemasan yang paling atas, ada kemungkinan produk tersebut adalah produk yang sudah lama.

3. Hindari risiko seafood mencair selama dalam perjalanan. Oleh karena itu, mintalah kemasan pendingin agar tidak merusak produk.

4. Perhatikan dengan baik, jangan sampai memilih makanan laut yang sudah rusak atau patah bagian tubuhnya. Misalnya, lobster yang kakinya sudah patah, atau kerang yang kulitnya sudah hancur.

5. Jika memilih untuk membeli ikan fillet, pilih yang warnanya alami sesuai dengan jenis ikannya. Banyak ikan fillet yang diberi pewarna agar warnanya jadi lebih menarik.

sumber: kompas.com
Baca Selengkapnya Di Sini....

Resep Tongseng Daging Ayam

Tongseng merupakan makanan yang mudah didapat di sekitar kota Jakarta. Tongseng daging ayam banyak diminati karena rasanya yang menggugah selera. Bagi anda yang ingin menikmatinya silahkan ikuti resep tongseng daging ayam berikut ini :


Bahan tongseng daging ayam :
  • Ayam fillet lalu dipotong-potong.
  • 4 Daun salam
  • 3 centimeter lengkuas, iris tipis
  • 2 Serai, potong pendek, geprek
  • 120 Cc santan
  • 120 Cc air
  • 1/2 Kol
  • 2 Butir tomat, potong jadi enam
  • 2 Batang daun bawang, potong kecil
  • 10 Brambang, blender
  • 5 Bawang, blender
  • 2 sendok teh kemiri bubuk
  • 1 sendok makan ketumbar
  • Merica
  • Garam
  • 2 centimeter kunyit, iris tipis
  • 2 centimeter jahe, iris tipis
  • Gula pasir secukupnya
  • 2 sendok makan kecap manis
  • Gula jawa
  • Minyak
Cara membuat tongseng daging ayam :
  • Masak santan dan air dengan ditambah daun salam, lengkuas dan serai. Setelah mendidih sisihkan.
  • Tumis brambang, bawang, kemiri, ketumbar, merica, kunyit, jahe dan garam.
  • Masukkan santan, tambahkan ayam, masak sampai matang, kemudian icip dengan kecap manis, garam, gula pasir dan gula jawa. Setelah meresap, masukkan kol serta tomat.
  • Sebelum tongseng daging ayam diangkat beri daun bawang.
Lebih sedap jika tongseng daging ayam ini disajikan hangat. Untuk anda yang menyukai daging sapi bisa membuat resep tongseng daging sapi pada postingan anekaresepmasakanindonesia sebelumnya.
Baca Selengkapnya Di Sini....